Prinsip Layout Ruangan – Jika ingin jaminan desain interior yang sesuai fungsi dan kebutuhan, maka perhatikan cara mendesain layout ruangannya. Apalagi karena layout ruangan merupakan dasar dari sebuah desain interior.
Layout yang tepat akan membuat penataan furniture hingga dekorasi jadi lebih maksimal dan kelihatan rapi. Hal ini nantinya akan mendukung aktivitas harian agar bisa dilakukan secara efisien dan nyaman.
Dalam bidang arsitektur dan interior, mendesain layout ruangan perlu memahami juga prinsip dasarnya. Prinsip ini dijadikan pedoman dalam menata dan menyusun ruangan sehingga fungsi dan estetika visual bisa seimbang (balance).
Apa Manfaat Mendesain Layout Ruangan?
Mendesain layout ruangan tidak hanya menentukan dimana meletakkan sofa atau meja. Tapi penataan tersebut haruslah memberikan manfaat dan sebaiknya jangan menghalangi sirkulasi pergerakan. Prinsip layout ruangan yang benar akan memberikan manfaat sebagai berikut:
-
Aktivitas jadi lebih nyaman dilakukan
Dengan layout ruang yang tepat maka jalur berjalan jadi lancar dan lebih lega. Selain itu furniture pun bisa dipakai secara maksimal dan peletakannya tidak saling menghalangi. Penghuni pun bisa beraktivitas dengan lebih nyaman tanpa merasa ruangan tampak sempit dan sesak.
-
Estetika ruangan jadi meningkat
Desain interior tentunya dibutuhkan untuk meningkatkan nilai estetika pada suatu ruangan. Dan dengan prinsip layout ruangan yang tepat maka setiap elemen dekorasi interior akan tampak seimbang. Mulai dari soal memilih warna, furniture, material, tekstur, dan pencahayaan akan tampak baik dan tentunya secara otomatis visual ruangan yang estetik pun akan tercipta.
-
Fungsi ruangan jadi semakin maksimal
Berbeda jenis ruangan maka berbeda pula fungsi yang ditawarkan, penataan layout yang tepat maka akan membuat fungsi tersebut lebih maksimal. Selain itu, area-area kosong jadi tidak terbuang secara percuma karena tiap sudut ruangan dimanfaatkan secara optimal.
-
Mendukung sirkulasi cahaya dan udara
Sebuah layout yang baik maka akan memastikan penempatan tiap elemen interiornya tidak akan menghalangi jalannya sirkulasi cahaya dan udara. Misalnya pemasangan sofa yang tidak menghalangi jendela atau ventilasi sehingga membuat cahaya alami / udara segar dapat masuk dengan lancar. Ruangan pun jadi lebih sehat dan tidak terasa pengap.
-
Mempermudah renovasi di masa depan
Suatu saat mungkin Anda ingin melakukan renovasi pada seluruh rumah atau cuma satu ruangan saja. Layout yang sudah terlihat fleksibel dan ditata secara benar menggunakan prinsip layout ruangan rumah yang tepat maka akan mempermudah renovasi di masa mendatang.
Layout yang fleksibel akan memudahkan Anda untuk mengganti dekorasi, meletakkan furniture baru, atau melakukan semi renovasi yang ringan. Anda bahkan tidak perlu mengubah seluruh desain interior ruangan.
Apa Prinsip Layout Ruangan yang Paling Dasar?
Ada beberapa dasar pinsip layout ruangan untuk membantu menciptakan hunian nyaman serta menarik secara visual:
-
Balance / Keseimbangan
Yang dimaksud keseimbangan di sini yaitu setiap elemen interior pada ruangan punya bobot visual yang seimbang. Sebagai contoh:
- Furniture sofa yang berukuran besar diseimbangkan dengan 2 atau 3 kursi sofa yang berukuran kecil.
- Rak buku yang tinggi dipadukan dengan pot tanaman di sampingnya yang berukuran sedang agar tidak tampak berat sebelah.
- Lampu gantung yang sudah berukuran besar, maka sebaiknya imbangi dengan meja berukuran sedang atau pilih yang tetap proporsional.
Ruangan yang tampak seimbang akan membuat lebih nyaman dan bagus dipandang karena tiap elemennya saling melengkapi. Jangan sampai membuat layout yang satu sisi kelihatan kosong sekali dan sisi lainnya justru tampak sangat penuh.
-
Proporsi
Proporsi berarti ukuran antara satu elemen dengan elemen yang lainnya tetap sesuai. Misalnya setiap furniture yang ditempatkan punya ukuran yang pas dengan luas ruangan supaya layout tetap nyaman digunakan pada aktivitas harian.
Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan untuk menerapkan prinsip ini yaitu:
- Jangan memasang sofa berukuran sangat besar pada ruang tamu yang kecil.
- Memilih meja makan yang masih menyisakan area untuk menarik kursi.
- Menyesuaikan ukuran tinggi lemari dengan plafon sehingga masih ada jarak yang cukup lebar.
Proporsi yang tepat seperti ini akan membantu menjaga keseimbangan antara estetika dengan fungsi ruangan juga.
-
Movement / Pergerakan
Prinsip pergerakan berarti mempertimbangkan sirkulasi pergerakan atau perpindahan penghuni dari satu area ke area yang lainnya tanpa ada halangan. Prinsip ini bisa dilakukan dengan benar misalnya melalui cara:
- Menyediakan alur bejalan yang cukup di antara furniture ruangan misalnya antara sofa / kursi dengan meja.
- Tidak meletakkan furniture di depan alur keluar masuk atau di depan pintu yang menuju ke area lainnya.
- Menata layout dapur supaya alur memasak dan berpindah dari satu area ke area lainnya tetap lancar. Contohnya alur memasak dari kompor ke area mencuci di wastafel dapur.
Layout ruangan yang baik akan membuat pergerakan aktivitas terasa nyaman untuk digunakan setiap hari.
-
Pengulangan / Repetition
Pengulangan diberikan dengan tujuan menciptakan kesinambungan visual agar tiap elemen interior saling terhubung. Misalnya:
- Memakai motif yang senada pada bagian bantal sofa dan motif karpet lantai.
- Menggunakan gorden dengan motif yang senada dengan motif sofa kursi.
- Mengulang penggunaan material kayu yang sama pada meja, rak, dan kursi.
Pengulangan yang dilakukan sebaiknya tetap jangan berlebihan, yang penting konsisten dan tetap terlihat harmonis.
-
Emphasis / Penekanan
Prinsip layout ruangan yang penting sebab prinsip ini menerapkan adanya satu titik fokus (focal point) yang akan menjadi pusat perhatian di dalam ruangan. Contohnya:
- Meja built-in berukuran besar untuk meletakkan televisi yang menjadi fokus utama ruang tamu.
- Meja makan yang menjadi fokus utama pada ruangan makan atau kitchen set pada bagian dapur.
- Tempat tidur dengan headboard yang menjadi fokus ruangan pada kamar tidur.
Titik fokus utama ini akan menjadi arah desain sehingga nanti tiap elemen interior lainnya akan tampak saling melengkapi dan serasi.
-
Contrast / Kontras
Kontras pada layout membuat desain interior tidak terlihat monoton dan membosankan. Misalnya lewat penerapan:
- Kombinasi warna gelap dengan terang atau warna-warna netral dengan warna-warna cerah atau kontras lainnya seperti merah, jingga, oranye, dll.
- Penggunaan material yang berbeda misalnya material kayu dengan logam.
- Kombinasi tekstur beragam seperti tekstur gorden yang halus untuk layer ekstra dan tekstur gorden yang sedikit kasar untuk layer luar.
Pemakaian kontras seperti ini menambah identitas karakter pada suatu ruangan tanpa membuat visualnya berlebihan.
-
White Space / Ruang Kosong
Ruang kosong yang dimaksud bukanlah membiarkan adanya space yang sia-sia terbuang. Tapi memang sengaja dikosongkan agar ruangan tidak kelihatan sempit dan sesak. Penerapan yang dilakukan misalnya:
- Memberikan jarak yang sedikit lebar antar furniture meja dengan kursi.
- Tidak memenuhi tiap sudut ruangan dengan vas atau pot tanaman.
- Menyisakan area kosong dekat jendela agar tidak menghalangi cahaya alami masuk.
Prinsip di atas amat penting diterapkan terutama jika hunian Anda berukuran kecil.
Fungsi Gorden Pada Layout Interior
Anda pun juga bisa menambahkan gorden sebagai elemen interior yang berfungsi memaksimalkan layout ruangan. Gorden bisa dipakai untuk:
- Menyeimbangkan visual
- Bisa menjadi focal point yang menarik
- Menyatukan seluruh elemen konsep interior
Dengan kata lain memilih gorden dengan warna, model, dan ukuran yang tepat sangatlah penting. Karena itu jika Anda ingin menerapkan prinsip layout ruangan yang tepat, maka pemakaian gorden sangatlah penting. Dan Raja Gorden kami siap menawarkan layanan pasang gorden yang sesuai kebutuhan Anda di 081219643240 atau email ke hi@rajagorden.co.id.
