Jendela Geser vs Jendela Casement

5/5 - (1 vote)

Jendela Geser vs Jendela Casement – Fungsi jendela yang beragam dari akses ventilasi udara serta cahaya alami hingga mempengaruhi visual ruangan, menjadikan pemilihan desain jendela sangatlah penting. Beberapa contoh desain yang banyak dipakai misalnya jendela geser / sliding serta jendela casement.

Kedua model jendela ini memiliki mekanisme buka yang berbeda sehingga menawarkan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Jendela Geser vs Jendela Casement

Apa Itu Jendela Geser (Sliding) dan Jendela Casement?

  • Jendela Geser / Sliding

Seperti namanya, jendela ini bekerja dengan menggeser panel secara horizontal pada rel, makanya daun jendela tidak membutuhkan ruang tambahan untuk membuka ke luar atau ke dalam.

Jendela geser sendiri bisa dipasang dengan satu atau lebih panel menggunakan sistem penggerak berupa rel. Profil frame untuk memegang kaca dapat terbuat dari kayu, aluminium atau uPVC tergantung visual seperti apa yang mau ditampilkan.

  • Jendela Casement

Jendela casement bekerja dengan cara berbeda dari jendela sliding. Model jendela ini memakai engsel pada salah satu sisinya, sehingga harus dibuka dengan cara diayunkan seperti pintu ke arah luar atau dalam. Biasanya jendela ini dipasangi handle atau mekanisme crank.

Jendela ini menawarkan sistem terbuka secara penuh sehingga sangat bagus untuk memberikan ventilasi udara yang maksimal. Bisa terbuka sekitar 90 derajat atau bahkan lebih, sementara bagian framenya dapat terbuat dari kayu, aluminium, uPVC, atau kombinasi beberapa material.

Jendela Geser vs Jendela Casement

Perbandingan Jendela Geser vs Jendela Casement

  • Karakteristik dan Mekanisme Buka

  • Jendela geser:

Jendela ini dipasang dengan satu atau lebih panel yang bergerak ke samping kanan atau kiri mengikuti gerakan rel. Pada mekanismenya satu panel bisa digeser, sementara panel lainnya tetap berada di tempat.

Kelebihan mekanisme ini yaitu penghuni tidak perlu menyediakan ruang kosong di depan atau belakang jendela. Karena itu model jendela ini banyak dipakai pada bangunan dengan keterbatasan ruang.

  • Jendela Casement

Perbandingan jendela geser vs jendela casement sangat mencolok terlihat pada mekanisme membukanya. Jendela casement terdiri dari engsel di salah satu sisi frame dan saat dibuka, maka daun jendela akan berayun ke luar atau ke dalam.

Karena daun jendela terbuka maksimal, maka casement menawarkan sistem ventilasi udara yang maksimal. Sayangnya model ini membutuhkan ruang yang cukup agar daun jendela dapat dibuka lebar seluruhnya. Saat ditutup, maka daun jendela akan menekan seal pada frame sehingga bisa tertutup dengan rapat dan tidak meninggalkan sisa ruang lagi.

  • Material yang Digunakan

Tidak ada perbedaan jendela geser vs jendela casement dalam hal material yang bisa digunakan. Karena keduanya dapat dipasang dengan bahan kayu, uPVC, dan aluminium. Bahkan beberapa sistem bisa memakai kombinasi beragam material.

Mana material yang mau digunakan tergantung dari kualitas serta visual yang ingin didapatkan misalnya:

  • Aluminium: Cocok untuk tampilan jendela yang modern, relatif ringan, dan serasi dengan bangunan minimalis. Bahan ini juga anti karat serta anti rayap, sangat awet untuk digunakan.
  • uPVC: Menawarkan tampilan yang solid dan memberikan performa isolasi yang baik. Keunggulan utamanya selain anti karat dan rayap, yaitu mampu membantu meredam suara bising dari air hujan dengan baik.
  • Kayu: Cocok untuk tampilan klasik dan tradisional atau untuk bangunan yang mau menampilkan kesan hangat. Namun kayu membutuhkan perhatian khusus di kondisi lingkungan yang lembap.

Akhirnya seberapa baik kualitas jendela tidak hanya dari model yang dipilih, tapi juga jenis materialnya.

  • Sistem Ventilasi

  • Jendela Geser:

Jendela geser bisa memberikan saluran pergantian udara yang baik, namun model seperti ini hanya sebagian bukaan saja yang dapat terbuka pada satu waktu. Sehingga tentu tidak bisa memberikan saluran ventilasi secara maksimal seperti pada model jendela casement.

  • Jendela Casement:

Kalau kebutuhan utama Anda adalah memiliki sistem ventilasi secara maksimal, maka jendela casement atau swing seperti ini lebih cocok. Karena daun jendelanya bisa dibuka dengan lebar baik di satu sisi atau kedua sisinya. Posisi daun jendela yang mengarah ke luar dapat membantu mengalirkan udara ke dalam ruangan.

  • Segi Estetika dan Visual

  • Jendela Geser:

Dari segi visual jendela geser vs jendela casement memang kelihatan sangat berbeda. Karena dari segi visual, jendela geser cenderung menampilkan kesan yang simpel, modern, dan horizontal.

Model ini begitu cocok dengan bangunan yang ruangannya terbatas. Anda dapat juga mengaplikasikannya untuk bangunan kontemporer, apartemen, hunian minimalis, dan fasad yang fokus pada bukaan kaca lebar.

  • Jendela Casement:

Jendela casement menawarkan karakter dan tampilan yang agak berbeda. Karena panel membukanya seperti pintu yang diayunkan, maka desainnya termasuk fleksibel dan cocok untuk bangunan bergaya klasik, tradisional, minimalis modern, serta gaya tropis.

Kalau ingin menciptakan visual fasad yang simpel maka jendela sliding lebih cocok. Sementara kalau ingin menampilkan bukaan lebar yang fleksibel untuk rumah klasik atau modern, maka jendela casement jawabannya.

  • Perawatan

  • Jendela Geser:

Perawatan jendela sistem geser ini fokus pada beberapa bagian seperti rel, roller, dan jalur drainase. Karena debu dan kotoran bisa menumpuk dan menyumbat di bagian-bagian ini yang membuat panel kaca akan berat atau seret ketika digeser.

  • Jendela Casement:

Anda perlu melakukan perawatan pada bagian engsel, frame, handle, crank, dan seal di sekeliling frame kaca. Kalau mekanisme buka tutupnya terasa berat atau seret, maka bisa lagi ada bagian seal atau hadware yang perlu dicek.

Perawatan jendela geser dan jendela casement, memang sangatlah penting untuk memastikan sistem buka tutup atau sistem gesernya tetap lancar.

Jendela Geser vs Jendela Casement

Mana yang Lebih Baik: Jendela Geser atau Jendela Casement?

Ingin memilih yang mana bisa dilihat secara jelas melalui kelebihan jendela geser vs jendela casement masing-masing maupun kekurangannya yaitu:

  • Jendela Geser:

Kelebihan:

  • Tidak memerlukan ruang tambahan saat dibuka, cocok untuk bangunan dengan ruangan terbatas.
  • Praktis digunakan karena tinggal digeser saja ke kanan atau kiri.
  • Cocok untuk bukaan lebar dan horizontal.
  • Menawarkan estetika modern dengan desain minimalis.
  • Cocok dipasang pada area balkon atau ruang yang berdekatan dengan jalur aktivitas.

Kekurangan:

  • Desainnya terlalu sederhana jika ingin interior yang menonjol.
  • Hanya bisa sebagian saja dari panel jendela yang dibuka.
  • Rel dan roda perlu perawatan khusus secara berkala.
  • Rel dan roda bisa mengalami aus seiring berjalannya waktu.
  • Sistem sealing terhadap udara bisa di bawah model casement.

Kelebihan dan kekurangan model geser di atas bisa dipertimbangkan saat pemilihan.

  • Jendela Casement:

Kelebihan:

  • Bisa memberikan bukaan jendela yang lebar untuk ventilasi udara.
  • Memiliki sistem sealing udara yang lebih bagus dibandingkan geser.
  • Cocok untuk tampilan baik klasik maupun modern sehingga sangat fleksibel.
  • Perawatannya juga lebih mudah karena tidak ada roda atau rel.

Kekurangan:

  • Butuh ruangan cukup besar ketika jendela dibuka.
  • Kurang cocok untuk ruangan dengan jalur yang sempit.
  • Sistemnya lebih kompleks dibandingkan dengan model geser pada beberapa bagian.

Tidak ada satu jenis jendela yang lebih baik dari yang lain, jadi Anda perlu pertimbangkan sesuai bentuk atau model bangunan yang ada.

Infografis Raja Gorden

Baik jendela geser vs jendela casement sendiri bisa ditingkatkan dengan pemasangan gorden / tirai jendela dari Raja Gorden. Kami hadir untuk itu melalui 081219643240 atau email ke hi@rajagorden.co.id.

Leave a Reply