Psikologi Warna Interior – Apakah Anda tahu bahwa warna interior rumah bisa mempengaruhi mood atau emosi seseorang? Inilah yang disebut psikologi dalam desain warna interior sebuah rumah. Dimana konsep bahwa mood, emosi, hingga perilaku dan kondisi mental seseorang bisa dipengaruhi dari suatu warna, misalnya warna interior ruangan.
Jadi, memang sebaiknya memilih warna interior tidak hanya yang penting kelihatan cantik atau tampak matching dengan perabotan. Tapi Anda juga harus memilih warna yang tepat agar suasana dalam ruangan tersebut misalnya bisa lebih nyaman, hangat, atau semangat.
Psikologi Warna Interior dan Efeknya Terhadap Penghuni Rumah
Warna sering dianggap sebagai stimulus yang kuat pada visual seseorang, hingga akhirnya bisa mempengaruhi kondisi psikis manusia. Bahkan warna interior mampu menggerakkan atau mengubah suasana hati misalnya membuat seseorang jadi lebih tenang.
Makanya dalam psikologi warna interior rumah, ada baiknya memilih warna harus sesuai dengan fungsi ruangan serta aktivitas penghuni rumah.
-
Warna biru yang menenangkan pikiran
Biru sering dikaitkan dengan warna-warna alam misalnya warna laut dan langit, dari sana diyakini efeknya dapat menenangkan pikiran. Efek psikologis yang bisa dirasakan jika mengaplikasikan warna biru dalam ruangan:
- Memberikan suasana hati yang damai dan pikiran stabil
- Membantu mengurangi kecemasan dan stress
- Membantu meningkatkan fokus pikiran
Biru termasuk dalam tone warna dingin yang cenderung bisa memberikan kesan luas pada ruangan. Warna ini tidak terlalu merangsang secara emosional, malahan justru memberikan suasana lebih relaks terhadap penghuni rumah yang butuh ketenangan.
-
Warna hijau yang natural dan menyegarkan
Warna hijau juga sering dikaitkan dengan warna-warna alam misalnya rumput atau hutan. Jadi efeknya memang sangat menyegarkan ketika dilihat dan memberikan keseimbangan emosional. Efek psikologis yang diberikan:
- Menenangkan mata dan pikiran
- Membantu memulihkan suasana hati dan kondisi mental
- Memberikan rasa keseimbangan emosional
Warna hijau cocok untuk dipakai dalam jangka panjang sebagai warna interior rumah. Selain itu, menurut psikologi warna interior ruangan, warna ini juga cenderung tidak mudah membuat penghuni rumah merasa bosan.
-
Warna merah yang kuat dan energik
Merah merupakan salah satu warna yang bisa dibilang sangat mencolok mata, sehingga efek visualnya juga sangat kuat mempengaruhi emosi seseorang. Efek psikologis yang bisa dirasakan saat diaplikasikan pada interior rumah misalnya:
- Memberikan kesan yang hangat dan berani
- Membantu meningkatkan semangat dan energi
- Merangsang interaksi dan aktivitas
Sebagai warna yang notabene terbilang kuat, maka warna merah ada baiknya diaplikasikan pada elemen-elemen ruangan seperti bagian karpet, bantal sofa, dekorasi dinding, atau aksen furniture. Supaya ruangan tidak terlalu terasa sesak dan bisa menimbulkan rasa ‘penuh’ atau cemas.
-
Warna kuning yang cerah dan meningkatkan mood
Dalam desain interior, maka warna kuning sering dihubungkan dengan warna matahari yang energik dan penuh energi. Warna kuning ini dapat diterapkan dalam sebuah ruangan untuk membangun suasana hangat dan penuh kebahagiaan.
Efek psikologi warna interior yang bisa didapatkan:
- Memberikan kesan yang lebih cerah dan hidup
- Meningkatkan energi dan semangat dalam beraktivitas
- Merangsang kreativitas dalam berpikir dan beraktivitas
Dalam psikologi warna, kuning sendiri sering dikaitkan dengan emosi ceria yang positif dan membantu meningkatkan rasa bahagia. Namun jika diaplikasikan terlalu banyak pada suatu ruangan, malah justru membuat mata cepat lelah.
Bagaimana solusinya? Di sini Raja Gorden menyarankan agar dalam satu ruang, cukup tambahkan warna kuning di beberapa elemen kecil saja. Contohnya pada bagian dekorasi dinding, sebagian furniture, atau satu sisi dinding saja.
-
Warna putih yang bersih dan terkesan rapi
Warna putih sering dianggap sebagai warna yang minimalis dalam interior ruangan. Efek psikologi warna interior rumah dengan dinding ruangan yang berwarna putih misalnya dapat memberikan:
- Membantu meningkatkan konsentrasi
- Mengurangi stres visual
- Membantu menangkan pikiran setelah beraktivitas penuh
Warna putih jika diaplikasikan pada interior ruangan seluruhnya mungkin akan terasa dingin dan kaku. Jadi, Anda bisa mengombinasikannya dengan warna lain dengan tone yang lebih gelap.
Terapkan Warna-Warna Ini untuk Mempengaruhi Suasana Ruangan!
Ini bagian penting, karena warna interior tidak bisa dipakai sembarangan atau asal diaplikasikan. Maksudnya psikologi warna interior kamar harus disesuaikan menurut fungsi ruangannya.
-
Aplikasi pada kamar tidur:
Fokus pada warna-warna yang menenangkan seperti abu-abu lembut, biru muda, dan beige. Sebaiknya hindari warna-warna yang terlalu mencolok mata secara visual seperti kuning dan merah karena akan membuat susah rileks dan santai.
-
Aplikasi pada ruang tamu:
Bisa diberikan kombinasi warna antara netral seperti krem dan putih dengan aksen hangat seperti abu-abu tua. Bisa juga kombinasi warna abu-abu dengan hijau tua yang memberikan kesan alami, elegan, sekaligus perasaan tenang.
-
Aplikasi pada ruang dapur:
Dapur adalah area yang termasuk aktivitasnya cukup tinggi sehari-hari, jadi berikan warna yang hidup seperti oranye, kuning, atau merah.
Jika tidak ingin terlalu mencolok mata, maka kombinasikan dengan warna furniture yang lebih kalem seperti kitchen set warna putih, abu-abu muda, atau hijau muda. Psikologi warna interior dapur ini dapat memberikan efek hangat, aktif, dan meningkatkan selera makan.
-
Aplikasi pada kamar anak:
Anak-anak biasanya mudah bosan kalau Anda memberikan warna-warna yang terlalu bersih dan netral seperti putih. Karena itu, Anda bisa coba memberikan warna yang tampak seimbang dan bisa menstimulasi aktivitas mereka seperti warna biru laut, kuning, dan merah muda/pink.
Warna-warna bisa merangsang kreativitas anak, tapi juga sebaiknya jangan terlalu banyak diaplikasikan agar tidak overstimulating.
Gorden dan Kaitannya dengan Psikolog Warna Interior
Gorden adalah salah satu cara paling mudah, murah, dan alami untuk mengaplikasikan efek warna pada ruangan di rumah. Memang gorden atau tirai sendiri sering dianggap sebagai elemen pelengkap, namun secara psikologis justru punya pengaruh besar pada suasana ruangan.
Karena itu, Raja Gorden sebagai vendor berpengalaman dalam memproduksi dan pasang tirai, menawarkan survey gorden gratis. Survey ini akan membantu Anda menemukan warna gorden yang tepat sesuai dengan fungsi ruangan.
Misalnya warna gorden yang terang atau cerah, bisa mempengaruhi suasana ruangan agar tampak lebih tenang dan hangat. Penghuni rumah pun juga jadi lebih santai dan rileks untuk beraktivitas dengan warna-warna gorden yang cerah.
Sebaliknya warna gorden yang gelap misalnya coklat, abu-abu tua, dan navy justru memberikan kesan ruangan yang ‘privat’. Warna ini membantu memberikan kesan interaksi yang intim sekaligus hangat secara emosional.
Tidak hanya soal warna tentunya, namun dari ketebalan bahan hingga materialnya bisa mendukung suasana ingin lebih menenangkan atau terasa sangat tertutup dan sebaliknya atau ingin lebih terbuka.
Jika Anda memang membutuhkan saran dari Raja Gorden kami, maka langsung saja hubungi 081219643240 atau email ke hi@rajagorden.co.id. Kami akan berikan rekomendasi gorden yang cocok dengan efek psikologi warna interior yang Anda inginkan.
